|
Wakil Presiden Boediono mengatakan, kenaikan harga bahan-bahan pokok jangan sampai menimbulkan peningkatan jumlah penduduk miskin. "Karena itu, harga bahan-bahan pokok yang dikonsumsi mayoritas penduduk miskin hendaknya jangan meningkat," kata Boediono, saat meninjau dan meresmikan Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Jakarta, Senin (26/7).
Berdasarkan catatan TNP2K selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk yang berhasil keluar dari garis kemiskinan mencapai 14,7 juta orang. Namun, mereka yang telah berada di atas garis batas kemiskinan jatuh kembali ke bawah garis batas kemiskinan, yakni 13,2 juta orang. Dengan begitu, selama periode itu ada sekitar 1,5 juta orang berhasil keluar dari batas kemiskinan. Pemerintah, kata Boediono, berkomitmen untuk meningkatkan angka netto tersebut. Lebih jauh Boediono mengatakan, kemiskinan masih akan menjadi agenda bagi pemerintah dalam beberapa dasawarsa mendatang. "Karena itu, perlu ada langkah nyata. Salah satunya menjaga kestabilan harga pokok, inflasi yang langsung tidak langsung dapat menimbulkan angka kemiskinan baru," ujar Boediono. Boediono menegaskan, penanggulangan kemiskinan harus dapat dilakukan lebih sistematis agar apa yang telah ditetapkan untuk menanggulangi kemiskinan dapat diarahkan pada sasaran yang jelas. Upaya penanggulangan kemiskinan ke depan juga harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan semua pemangku kemiskinan. Jadi tidak sekadar dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah tetapi juga BUMN, organisasi masyarakat, swasta dan lainnya. Sumber : Liputan 6 (2010) |